Buat yang baru mulai belajar investasi, reksadana sering direkomendasikan sebagai titik masuk karena modalnya kecil (bisa mulai dari puluhan ribu rupiah) dan dananya dikelola oleh manajer investasi profesional — kamu tidak perlu memilih saham atau obligasi satu per satu sendiri.
Beberapa jenis reksadana yang umum ditemui:
- Reksadana pasar uang — risiko paling rendah, cocok untuk dana darurat atau target jangka pendek (di bawah 1 tahun), estimasi imbal hasil relatif kecil tapi stabil.
- Reksadana pendapatan tetap — berisi obligasi, risiko menengah, cocok untuk target jangka menengah (1–3 tahun).
- Reksadana saham — potensi imbal hasil paling tinggi dalam jangka panjang, tapi juga paling fluktuatif dalam jangka pendek, cocok untuk target di atas 5 tahun.
Prinsip pentingnya: semakin dekat target waktumu, semakin baik memilih instrumen berisiko lebih rendah, supaya nilai investasi tidak sedang turun tepat saat kamu butuh uangnya.
Setelah punya gambaran instrumen dan estimasi imbal hasil tahunannya, coba masukkan angka itu ke kolom "estimasi imbal hasil" di halaman Target Impian untuk melihat seberapa besar pengaruhnya terhadap setoran bulanan yang dibutuhkan. Ingat, semua imbal hasil investasi bersifat estimasi dan tidak dijamin — pelajari lebih lanjut dan sesuaikan dengan profil risikomu sendiri sebelum memutuskan.