Skor atau riwayat kredit adalah "rapor" perilaku pinjam-meminjammu di mata lembaga keuangan. Di Indonesia, riwayat ini bisa dicek lewat SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dikelola OJK, dan dipakai bank/lembaga pembiayaan saat menilai pengajuan KPR, KTA, atau kartu kredit baru.
Beberapa hal yang memengaruhi riwayat kredit:
- Ketepatan waktu bayar cicilan — telat bayar, apalagi berulang, akan tercatat dan bisa menurunkan penilaian.
- Jumlah dan jenis pinjaman aktif — terlalu banyak pinjaman aktif sekaligus, termasuk pinjaman online, bisa membuat pengajuan pinjaman baru dinilai lebih berisiko.
- Riwayat gagal bayar/kredit macet — tercatat dalam jangka waktu tertentu dan bisa mempersulit pengajuan pinjaman besar di masa depan, seperti KPR.
Kabar baiknya, riwayat kredit bisa membaik seiring waktu kalau kebiasaan bayarnya diperbaiki dan dijaga konsisten. Ini juga salah satu alasan penting kenapa mencatat dan memantau cicilan/utang di Buku Kas itu berguna — supaya kamu selalu tahu jatuh tempo dan tidak sampai terlambat bayar hanya karena lupa atau tidak tercatat rapi.